Friday, August 15, 2014

DNA Sukses Mulia : #1 Kehidupan Terbaik Sukses Mulia

Bicara Sukses dan bicara Mulia, setiap orang punya definisi tersendiri.

Konsep sukses mulia disini simple nya : SUKSES yang terlihat secara duniawi [4-TA : Harta, Tahta, Kata (ilmu), dan Cinta]
MULIA itu ketika bisa bermanfaat untuk orang lain, orang disekitar kita.

Yang menarik adalah konsep dibalik penulisan SuksesMulia yang digabungkan. Disebutkan bahwa, keduanya sama pentingnya dan tidak boleh terpisahkan.

Kalau Hanya Sukses?
Ini sepenggal kisah tentang yang awalnya mencapai sukses saja. (Akhirnya menyadari, mulia pada akhir masa hidupnya)

Di bab pertama, diceritakan sebuah kisah tentang seorang anak yang berjuang dari bawah, merangkak berproses, kemudian mencapai kesuksesan. Di masa puncak keberhasilannya, ia masih belum bisa mendefinisikan kebahagiaan hidupnya. Masih ada kekosongan batin yang membuatnya tak tenang. Sampai suatu ketika Allah menakdirkannya bertemu dengan seorang anak yang membuatnya bisa menemukan kembali kebahagiaan pada hidupnya.

Kalau Hanya Mulia?
Nah ini salah satu pertanyaan yang ingin saya cari jawabannya, sini mari merapat. Hehe

"Tanpa kesuksesan, kemuliaan Anda akan memiliki batasan." (h.9)

Yap!
Ketika kita belum mencapai kesuksesan terbaik, daya kita dalam membantu yang lain tidak akan maksimal. "Andai aja punya uang lebih banyak lagi.. andai aja aku lebih pinter lagi.. andai aja aku punya pengaruh lebih lagi.." dll bahkan membuat kita hanya menjadi seorang pengandai-andai! #nahloh

Logika aja deh, kita hanya bisa memberi apa yang kita miliki. Kalau kita ngga punya apa apa untuk diberikan, apa yang mau kita beri?

NOTED
Lebih Harta : banyak sedekah
Lebih tahta : gunakan untuk perbaikan sekitar
Lebih kata : buat orang lain berhasil
Kalo 3 diatas masih terbatas, berikan Cinta pada orang yang membutuhkan.

"Tidak ada alasan untuk tidak segera mulai menunjukkan kemuliaan diri. Siapapun anda saat ini, yakin, akan selalu ada orang yang 4-TA nya lebih rendah dari anda. Itu peluang untuk memberi manfaat. untuk jadi mulia, tak perlu tunggu kaya raya, berpangkat dan berilmu tinggi serta populer." (h.14)

Sukses dan Mulia itu Beriringan.
Nunggu Sukses dulu baru mulia? Iya kalo masi idup.

* * * *

Jadi, musti SuksesMulia, dong?
Yap! Berproseslah untuk SuksesMulia. Dari kekerenan di bab ini, ada yang kurang dibahas sih menurutku. Ada dimensi akhirat yg ga tralu difokusin. Karena ada orang-orang yang sukses dunia, bermanfaat buat orang banyak, tapi entah akhirnya kemana. Saya tambahin dikit deh keyword nya : surga. Jadi, SuksesMuliaSurga (SMS) ! Hihi

Yang ada di pikiran saya sendiri, kebanyakan adalah impian untuk menjadi mulia *ciyemulia*, tapi langkah suksesnya ini loh yang malah belum saya fokusin *gimanasih* -_- gpp gpp, i accepted all my dodolism, skrg semoga konsisten belajar ini dan ga cuma jadi sampah pikiran.

Ingetin ya!

No comments:

Post a Comment