Monday, April 28, 2014

Bagaimana Mengatakan “Tidak”



Banyak diantara kita termasuk orang yang sulit mengatakan “tidak” pada oranglain, yap, ngga bisa nolak. Latarbelakangnya juga beragam, ada yang sifatnya memang ngga enakan sama orang, ada yang terlalu penurut, ada yang emang lagi ngga ada kerjaan, dan ada yang manajemen dirinya sudah baik sehingga memang sanggup melakukannya. 

Saya ingat dulu semasa kuliah pernah kelimpungan-tapi-seneng, karena dalam satu waktu mengambil peran yang terlalu banyak. Sini iya, sana iya, dimana-mana maruk. Ada yang minta bantuan lagi terus ngga tega nolak, di-iya-in juga. Banyak hal yang di mata saya begitu menarik juga kalau sampai terlewatkan. Tipikal orang yang ngga bisa kalau ngga ada kerjaan. Saya menyukainya, ya, saya menyukai kondisi tersebut. Hanya saja, sejak saat itu saya sadar bahwa saya belum bisa menentukan prioritas, juga mungkin terlalu semangat untuk aktif di berbagai kegiatan #mudamembara *ahaha

Saya menyukainya, dan saya mensyukurinya. 

Hanya saja, tentu tidak selamanya kita bisa seperti itu. Setelah merasakan dunia paska kampus –yang katanya penuh turbulensi ini (halah)--, saya baru meyadari bahwa hidup memang penuh ketidakpastian. Hidup yang penuh ketidakpastian itu memang mengkondisikan diri kita untuk tegas pada diri, tegas untuk segera menentukan arah dan tujuan. 

Ketika tujuan kita sudah jelas, kita akan lebih mudah memilih hal apa saja yang bisa menunjang pencapaian tujuan kita, sehingga tak perlu tergiur dengan berbagai hal yang ditawarkan pada kita. Kita jadi punya prioritas.


“…akan tetapi anda harus memutuskan apa prioritas anda yang tertinggi dan mempunyai keberanian – dengan menyenangkan, sambil tersenyum tanpa minta maaf – untuk menyatakan “tidak” kepada hal-hal lain. Dan cara anda melakukan itu adalah dengan memiliki “ya” yang lebih besar membara di dalam diri anda..” 
--Stephen R. Covey, 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif h. 148


Jadi,  cara efektif mengatakan “tidak” kepada tawaran oranglain adalah dengan memiliki “ya” pada hal lain, yang lebih besar membara di dalam diri kita.


original image source :  dari sini (lalu saya edit)

No comments:

Post a Comment