Monday, December 19, 2011

Mengapa Iqra' ?


"Bacalah, dengan (menyebut) nama Rabb-mu Yang Maha Menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan Rabb-mulah yang Mahamulia. Yang mengajarkan ilmu (kepada manusia) dengan (perantaraan) kalam. Mengajari manusia apa-apa yang belum diketahuinya.."
(QS Al-Alaq 96 : 1-5)

Mengapa Firman Allah yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah perintah membaca? Mengapa iqra', padahal beliau adalah seorang yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis)?
Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Qur'an menjelaskan bahwa iqra' terambil dari akar kata yang berarti 'menghimpun', sehingga tidak harus selalu diartikan 'membaca' teks tertulis dengan aksara tertentu. Dari pengertian 'menghimpun', lahir aneka ragam makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca, baik teks tertulis maupun yang tidak tertulis.

Iqra' (bacalah)!
Kemudian muncul pertanyaan.  Tetapi apa yang harus dibaca?? "Ma aqra?" tanya Nabi - dalam suatu riwayat-- setelah beliau kepayahan dirangkul dan diperintah membaca oleh malaikat  Jibril. Pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi rabbika (dengan /atas nama Tuhanmu), dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan.

Iqra' berarti:
Bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacaah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah dan diri sendiri. Sehingga objek perintah ini mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

Kita lihat adanya pengulangan perintah Iqra' pada firman Allah yang pertama tersebut mengisyaratkan bahwa kecakapan dalam membaca diperoleh dengan mengulang-ulangi bacaan, dilakukan hingga mencapai batas maksimal kemampuan, dan mengulang bacaan atas nama Allah akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga.

Sungguh, perintah membaca merupakan hal yang paling berharga yang diberikan pada manusia. "Membaca" dalam berbagai maknanya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta syarat utama membangun peradaban. Sudah terbukti pada abad 7-14 ketika Islam menjadi pemimpin peradaban dunia.

Wow ternyata sudah diperintahkan ya?
Mari amalkan perintah tersebut. Yang selama ini jarang baca, ayo diluangkan. Yang selama ini bacanya ngga efektif, ayo belajar mengefektifkan. Salah satunya dengan menuliskan hasil bacaan juga, bisa baca resume pengantarnya disini.

Iqra'! :D

Senin, 19 Desember 2011
07:30
Kamar 404

__________________________________________________________________________________
Pustaka:
Samantho, Ahmad, Y. 2002. Jurnalistik Islami: Panduan Praktis bagi Para Aktivis Muslim. Jakarta Selatan : Penerbit Harakah.
Image source : 
http://3.bp.blogspot.com/-LTQsg7J8TQg/TiLPSJXe9uI/AAAAAAAAAQE/NZCb1h2-r58/s1600/kid-reading-book.jpg

No comments:

Post a Comment