Friday, September 22, 2017

Menelisik Peran sebagai Ibu, Istri dan Diri Sendiri – Buku 5 Tahun Pertama Pernikahan


Masih pergejolakan di tahap kedua : Pain, tentang sebuah penerimaan (bagian 5)

Jadi sampai pada tahap ini, saya merasa begitu nge-klik dengan buku ini adalah karena ada bahasan-bahasan dari penulis (teh fufu) yang sangat relevan dengan apa yang saya rasakan sebagai seorang istri dan ibu beru. Pada bagian ini, penulis mencoba berbagi mengenai perjalanannya dalam meneliti diri sendiri tentang bagaimana ia menjalani perannya sebagai ibu, istri, dan diri sendiri.

A.      Sebagai Ibu
Pesannya adalah, telisik kembali bagaimana sisi kanak-kanak kita saat dahulu, untuk bisa memperbaiki peran kita sebagai seorang ibu. Peran ibu sering membawa kita pada kondisi membanding-bandingkan diri kita dengan yang lain. Menurut beliau, efeknya hanya 2 : menjadi sombong, atau justru menjadi minder. Saya pribadi merasakan lebih banyak mindernya. Pengalaman menjadi ibu baru 2 tahun, pun masih kewalahan dengan diri sendiri. Perasaan “merasa di bawah/minder” itu justru membuat diri saya jadi sulit berkembang. Menelisik diri lebih jauh, mungkin bukan karena aturan yang terlalu mencekik (karena saya termasuk yang banyak dibebaskan), melainkan –mungkin- karena kurangnya apresiasi. Sehingga merasa diri tak punya apa-apa, rendah diri.
Apa pengaruhnya pada anak? Secara tak langsung kita mentransferkan rasa, sikap, emosi pada anak kita lewat pengasuhan kita. Maka refleksi untuk saya adalah: mengakui kapasitas diri itu bukan berarti sombong, justru bentuk syukur pada Allah atas keunikan yang Allah berikan. Saya pribadi sudah menyadari ini, dan berusaha memberikan apresiasi sekecil apapun pada anak saya.
Sedikit gambaran bagi tipe kedua, sombong. Biasanya karena haus pengakuan (tidak mendapatkannya saat kecil dahulu), dampak buruknya jadi mudah merasa stress ketika semua tidak berjalan sesuai harapan.

B.      Sebagai Istri
Dari part ini saya jadi terbayang bagaimana cara penulis mengkomunikasikan sesuatu pada pasangannya. Tentukan fokus pembelajarannya, belajar dengan cara sendiri. Tidak perlu menuntut pasangan untuk jadi seperti yang kita inginkan, atau seperti gambaran film romantic yang pernah kita lihat. Cerita kita berbeda, kita yang membuatnya bersama. Kalau buat saya ada tambahan sedikit, fokus menjalankan kewajiban, bukan menuntut hak.

C.      Sebagai Diri Sendiri
Disini saya juga merasakan bahwa penulis tahu betul bagaimana karakter dirinya. Memahami, mencintai diri, untuk bisa membersamai keluarga kita dengan cinta yang penuh. Untuk topik ini mungkin perlu saya buat artikel tersendiri ya hihi.

Penutup dalam bab ini :

Suami dan istri yang baik adalah ia yang tak menuntut pasangannya berubah seperti orang lain, melainkan menuntun pasangannya menjadi dirinya sendiri yang semakin baik setiap hari.
@fufuelmart


Bandung, 22 September 2017
Seorang perempuan yang sedang jatuh bangun belajar

Hajah Sofyamarwa R.

Pelajaran dari Iklan Property dan Buku 5 Tahun Pertama Pernikahan tentang Mindset


Sampai di halaman 49 dalam buku 5 Tahun Pertama Pernikahan, ingatan saya tetiba terasosiasi pada sebuah iklan perumahan yang ada di televisi. (Tahu kah, Mei*karta?) Menilik-nilik iklan tersebut, saya menangkap bahwa adanya perubahan mindset membuat segalanya jadi berbeda. Gadis kecil dalam iklan tersebut awalnya “memohon” untuk dibawa pergi dari tempatnya semula, karena lingkungannya tak nyaman. Namun di akhir cerita, ketika ia sudah melihat sesuatu yang lebih baik, mindsetnya kemudian berubah. Ia menjadi ingin pindah ke tempat tersebut.

Sekilas nampak sama. Hasil akhirnya mungkin terjadi sebuah perpindahan. Namun, pada kondisi pertama, ia seakan ingin “kabur” dari tempat semula, dan pergi bisa kemana saja. Bisa terarah, bisa jadi tanpa arah, asalkan pergi. Sedangkan pada kondisi kedua, ia menuju sesuatu impian yang ingin dicapai. Ia tahu kondisi lamanya memang tak baik, tapi itu bisa terobati dengan adanya impian yang jelas, pindah ke tempat yang lebih baik. Lebih terarah, dan mungkin hanya sedikit saja meninggalkan luka.

Kembali pada buku yang saya baca ini, saya kembali diingatkan mengenai Niat dalam Pernikahan. Bab yang seharusnya sudah 2 tahun lalu khatam bagi saya, dan mungkin belasan atau puluhan tahun bagi orang lain. Dikisahkan ada seseorang yang sudah menjadi istri dan memiliki anak, dan ketika ada permasalahan rumah tangga ada hasrat terbersit untuk pulang ke Rumah. Rumah yang mana? Rumah orangtua. Padahal dulu sekali sebelum menikah, berpikir ingin segera menikah karena kondisi rumahnya tak nyaman. Entah adanya pertengkaran, atau hal lain. Lantas kenapa ingin pulang ke rumah, padahal saat ini ia juga sedang berumah tangga?

Saya kemudian merefleksi kembali apa niat saya menikah. Ini penting karena sayapun juga mengalami masa-masa dimana saya begitu malas sekali mengatur rumah atau menghadapi gemericik konflik di rumah tangga. Mungkin saya bukan seperti contoh di atas, tantangan saya adalah untuk lebih bisa memvisualisasikan pola pernikahan yang pernah saya idamkan, berjuang mengkomunikasikannya, dan bersabar menjalaninya. Karena tentu dalam setiap pernikahan ada perbedaan-perbedaan antara ekspektasi dan realita, bagaimana pengaturannya lah yang harus terus dipelajari.

Alhamdulillah.
Mari ikhlaskan semua takdir yang telah Allah gariskan. Terima, syukuri dan berlari menuju keindahan hakiki. Bukan untuk siapa-siapa, kecuali lillah.

Bandung, 22 September 2017
Seorang perempuan yang sedang jatuh bangun belajar
Hajah Sofyamarwa R.



Friday, September 8, 2017

Kangen Nulis

Bergabung dengan 30DWC membawaku pada hal hal menakjubkan. Baru tiga jilid saja, 3 bulan tapi cukup membuka pikiranku mngenai dunia tulis menulis. Tak lantas membuatku jadi penulis hebat, tentunya. Masih sekedar memberi pupuk dan air bagi salah satu kesukaanku.

Aku rehat dulu di jilid 8, tak ikut. Alasan utamanya ingin menimba ilmu dulu karena merasa kering bila harus terus menulis tanpa menyempatkan waktu barang sejenak untuk mengisi teko.

Dan selama periode rehat ini, ternyata aku betul betul rehat. Hehe. Sekedar posting foto-foto di instagram, dengan caption yang seadanya. Kangen juga. Kangen mendengar curhatan diri sendiri. Hehe.

Selama masa ini, aku lebih fokus berjualan, ngiklan, kontak customer, packing, perdana jaga stand pameran juga. Qadarullah, beberapa hari juga harus menemani haidar yang masuk RS karena demamnya yang tinggi akibat infeksi bakteri.

Nostalgia ini, sedikit banyak terdorong dari melihat postingan kawan kawan yang ikut 30DWC jilid 8. Ada teteh sepupu yang psikolog yang ikutan, makin produktif menulisnya, makin viral tulisannya. Ada juga yang tadinya cuma sendiri, sekarang berhasil mengajak suaminya untuk ikut dan mereka soswit banget hahaha, rajin ikut sayembara, lolos dan jadi buku antologi. Terharuu :"))) pengen banget mensyen orangnya ini haha. Ada juga kaka kelas pas SMA yang juga jadi semangat lagi nulisnya. Ikut seneng :)

Belum lagi kawan kawan dari komunitas ODOPfor99days juga udah menelurkan buku antologinya. Masyaallah hebat hebat!

Alhamdulillah.
Apapun yang terjadi, nikmati prosesnya, dan yang penting terus bersyukur.

Yak mari mulai menulis lagii :D

Jumat, 8 September 2017
22:23
Hajah Sofyamarwa R.

Friday, August 18, 2017

Boardbook Anak Indonesia Murah Berkualitas ABC Indonesiaku @loveshugah

OPEN PREORDER BOARDBOOK BALITA " ABC Indonesiaku"
by Amalia Kartika Sari -
Pernah ngga, nyari buku belajar alfabet tapi versi Bahasa Indonesia? Atau malah kayak saya.. yang beli bukunya ABC tp impor 😁

Atau malah bosen karena A-nya seringan "apel"/apple,B-nya pasti "bola"/ball.
Sebenernya salah satu keinginan saya bikin buku sendiri adalah.. punya buku yang saya mau tapi ngga ada yg jual di pasaran.

Salah satunya ini.
Sebagai orang Indonesia yang suka bacain buku ke anak, kayanya kurang pas kalau belum mengenalkan "ABC" pakai buku yang menggunakan bahasa sendiri.

Maka, bikinlahhh buku ini.
Yang bisa mengenalkan ABC, sekaligus kekayaan Indonesia. Berharap dengan buku ini, anak-anak lebih mengenali negerinya, dan juga menambah kosa kata baru mereka.

Buku ini adalah jenis picture book, ada "ruang" yang saya sediakan bagi orang tua dan anak untuk "membaca" gambar. Bukan sekedar tulisan yang ada. Bahwa ada aneka Makanan enak di Indonesia, ada banyak ikan yang tinggal di Laut kita, bahwa Terumbu Karang itu sangat cantik dan perlu dilestarikan supaya hewan-hewan bisa hidup di sekitarnya, bahwa kita hidup di negeri yang beragam.. berbeda-beda tapi tetap satu Indonesia, Bhineka Tunggal Ika.
-
PO Batch 1 : 17 Agustus - 17 September 2017
-

Ready pertengahan oktober insyaallah

Harga PO: IDR 95,000 (Belum Termasuk Ongkos Kirim)
Harga Normal (Setelah PO): IDR 110,000* -
Spesifikasi buku:
* Tipe board book ivory (bukan boardbook bahan dupleks abu, tapi seperti boardbook impor)
* Ukuran 14 x14 cm
* 28 Halaman
* Cover & Isi buku Ivory Paper 350 GR (gambar dan tulisan jadi lebih tajam dan menarik), hooked (ujungnya rounded)
* Finishing: gloos varnish (Semua halaman cover dan isi buku diberi gloos varnish agar awet)
* Untuk anak umur: newborn - 5 tahun

pemesanan : bit.ly/OrderViaWasap
0856-201-6256
IG : @jannafaly

1 kg muat 3 buku ya moms ^^

Saturday, August 5, 2017

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Toilet Training Haidar - Tantangan Bunda Sayang IIP Game Level 2

Bismillah..

Alhamdulillah, dengan adanya tantangan melatih kemandirian anak dari Bunda Sayang IIP, saya jadi terdorong untuk melaksanakan toilet training untuk haidar. Saya jadi memulai lebih cepat dari yang dulu direncanakan, karena saya memulainya tanggal 13 Juli 2017, tepat ketika haidar berusia 22 bulan 3 hari.

Akibat memulai lebih cepat, saya kurang persiapan. Saya memulainya dengan bekal nekat saja, sementara pembelian alat pendukung seperti potty train atau training pants belum dilaksanakan.

Awal mula saya cukup deg-deg an dibumbui dengan berbagai macam rasa seperti kesal kalau haidar tetiba pipis tanpa bilang, atau pup tidak bilang, dsb. Beriringan juga dengan rasa memaklumi, juga pasrah bahwa semakin banyak cucian hihi. Tapi lama kelamaan seiring haidar belajar, haidar semakin bisa mengungkapkan tanda-tanda ingin buang air. Saya juga semakin santai menjalaninya.

WAKTU PELAKSANAAN
Laporan secara tertulis saya tuliskan di akun instagram saya selama 15 hari sejak tanggal 13 juli hingga tanggal 27 Juli. Sampai saat penulisan aliran rasa ini (5 Agustus 2017) haidar masih toilet training namun tidak tercatat lagi hehe.

PERKEMBANGAN
Lengkapnya bisa dilihat di akun @hajahsofya ya.

ALIRAN RASA
Ternyata melakukan toilet training itu sejatinya bukan hanya mengajarkan kemandirian pada anak, melainkan juga mental orangtuanya. Sebagai orangtua kita harus sabar menghadapi berbagai "accident" yang bisa terjadi, sabar pula menjaga emosi diri.

Dari satu pelatihan, ternyata memunculkan banyak hal. Seperti haidar asalnya hanya mau dilatih buang air di toilet, ternyata jadi lebih mudah sikat gigi dan kumur, menggantung barangnya di toilet, memilih bajunya sendiri.

Alhamdulillah, meski toilet training nya belum selesai, insyaallah cepat atau lambat haidar akan lulus.

5 Agustus 2017
Hajah Sofyamarwa

#30dwc #30dwcjilid7 #30dwchajah #day30
#aliranrasabundasayangIIP

Wednesday, August 2, 2017

Perbincangan Di Atas Api Yang Menyala

Pakaian mereka mewah, sejuk dilihat, hijau berbahan sutera yang indah. Gelang emas dan mutiara menghiasi pergelangan tangan mereka. Piring-piring emas dan perak beserta gelas-gelas cantik sudah tertata di hadapan mereka beserta buah-buahan segar yang mereka inginkan.

Mereka tak perlu beranjak dari permadani sutranya, karena sudah ada ribuan anak-anak muda berparas menawan yang berkeliling melayani kebutuhan mereka.

Kemah mereka dari mutiara berongga dengan ribuah daun pintu dari emas. Luasnya tak kurang dari 60 mil yang setiap sudutnya dihuni oleh penghuni lain tanpa dapat saling melihat.

Saling berhadapan penuh kehangatan, mereka pun ditemani oleh istri bidadari  penuh cinta, bermata jelita yang kecantikannya semakin bertambah-tambah setiap saat. Sudah bersih hatinya dari lelah, dendam, sudah suci dari bermacam kotoran dunia.

Mereka juga berbincang, tak diam. Saling berbincang tentang rasa syukur yang mereka rasakan. Tentang pengalaman rasa takut diazab, namun allah memberi karunia pada mereka dan memelihara mereka dari itu. Tentang puji-pujian pada tuhannya.

Mereka juga saling bercerita tentang sahabatnya, kemudian mencarinya meski temannya kini berada di tengah-tengah api yang menyala-nyala. Mereka menanyakan tentang janji yang tuhannya janjikan, mereka juga mengatakan bahwa mereka kini sudah mendapatkan apa yang telah tuhannya janjikan.

"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Rabb kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Rabb kepadamu itu benar?"
(QS. Al A'raf:44)

Meskipun teman, mereka tak bisa sekedar menuangkan air atau apapun kepada temannya di dalam api yang menyala itu. Temannya itu tak bisa beristirahat barang sejenak saja dari apa-apa yang dialaminya.

Rabu, 2 agustus 2017
Hajah Sofyamarwa R.

Inspirasi dari al quranul kariim, melalui buku pesona surga.

Sebuah Renungan : Orangtua Teladan Utama

Jadikanlah masalah pertama yang kau lakukan untuk memperbaiki anak-anak khalifah adalah memperbaiki dirimu sendiri. Karena kondisi mereka bergantung kondisimu.
Kebaikan bagi mereka adalah tentang apa yang kaulakukan, sedangkan keburukan bagi mereka adalah apa yang kau tinggalkan, bukan apa yang kau larang.
Imam syafi'i

Anak mungkin salah dalam berbuat, tapi anak tak pernah salah meniru. Kejernihan hatinya sangat mudah terwarnai oleh sekeliling mereka.

Banyak orangtua yang bertanya-tanya, mengapa anak saya begini, mengapa anak saya begitu. Anak yang semasa kecilnya begini begitu, entah mengapa setelah besar menjadi seseorang yang tak mereka kenal.

Mari sejenak melihat kepada diri sendiri. Sudah mencontohkan apa saja kita dalam keseharian kita. Sudah punya proyek perbaikan apa untuk diri pribadi. Karena terkadang jawabannya tak pernah jauh panggang dari api. Sangat dekat, dan sangat berkaitan dengan kita pribadi.

Kadang kita melarang ini itu, tapi kalau kita sendiri masih tanpa sadar melakukannya, bersiaplah menuai hasilnya.

Maka semoga kita dianugerahkan Allah azzam yang kuat untuk memperbaiki diri. Mau mengoreksi diri dan menerima kritik yang membangun. Sabar melawan egoisme pribadi. Melakukan segala perbaikan karena Allah, agar Allah ridha membimbing jalan-jalan kita.

Aamiin

Rabu, 2 agustus 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid7 #30dwchajah #day27

Tuesday, August 1, 2017

Angin Delapan Hari Tujuh Malam

Angin tak tahu apa-apa, ia hanya menjalankan tugasnya. Setelah bumi kering tanpa hujan, dengan matahari yang sangat terik seumpama api yang menjilat-jilat. Pepohonan kuning mengering sebelum semuanya mati. Ia datang mengawali.

Udara kering dan panas tiba-tiba menjadi dingin. Awan besar menyelimuti langit, saat inilah tugasnya dimulai.

Semua berpikir mereka akan kedatangan hujan, sebuah berita gembira bagi mereka yang telah lama kekeringan. Nyatanya angin hanya bertiup sangat kencang, menerbangkan semua barang dan menggoyangkan tanah mereka. Udara dingin semakin mencekam, menusuk -nusuk tubuh mereka.

Mereka mulai berlari. Mereka segera menuju ke tenda dan bersembunyi di dalamnya. Angin semakin bertiup dengan kencang dan menghancurkan tenda. Angin menghancurkan pakaian dan menghancurkan kulit. Setiap kali angin bertiup, ia menghan­curkan dan membunuh apa saja yang di depannya. Angin bertiup selama tujuh malam dan delapan hari dengan mengancam kehidupan dunia. Kemudian angin berhenti dengan izin Tuhannya.

Allah SWT berfirman:
"Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: 'Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.' (Bukan)! Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya."
(QS. al-Ahqaf: 24-25)

"Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus;, maka kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). "
(QS. Al-Haqqah: 7)

Tiada yang tersisa dari mereka kecuali pohon-pohon kurma yang lapuk.

Angin tak tahu, ia hanya disuruh tuhannya, bekerja delapan hari tujuh malam tak henti

Selasa, 1 Agustus 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwchajah #30dwcjilid7 #Squad2 #day26

Monday, July 31, 2017

Semangat Hidup Sebelum Mati

“I feel that people are basically trying to do their best in the world. Even when you see people making mistakes, you understand why they’re making a mistake. Everybody has flaws, everybody has demons, everybody has ghosts, but I think you watch people and you see everybody trying to do their best.”
-- Jason Katims

Hari ini saya menlihat sebuah video wawancara singkat dari seorang wanita yang menderita systic fibrosis. Puluhan operasi sudah menjadi makanan sehari-hari nya sejak kecil, dan rumah sakit sudah menjadi rumah keduanya.

Dokter mengatakan usianya tak kan lama. Kau tahu apa yang biasa terjadi bagi orang semacam itu? Ada yang menjadi benar-benar kehilangan smenagat hidup, namun ada pula yang justru menjadi lebih semangat. Orang jenis kedua inilah yang melekat pada wanita itu.

Harapan hidupnya meningkat. Sepuluh, limabelas, bahkan sudah 20 tahun ia berhasil melewatinya. Ia menjadi sebegitu "biasa" menggunakan berbagai alat bantu kesehatan setiap harinya. Ia menjadi sebegitu "santai" mengetahui bahwa nyawanya bisa tiba-tiba terangkat dari jasadnya.

Ia hanya tahu bahwa, kebanyakan orang takut mati adalah karena tak banyak yang secara sadar melakukan hal-hal terbaik selama hidupnya. Maka, ia mengganggap kehidupannya ini adalah sebuah kesempatan berharga. Ia mendirikan sebuah yayasan bagi para penderita systic fibrosis juga. Ia merasakan betul bahwa orang-orang itu memang perlu dukungan, sama seperti dirinya. Persahabatan, bantuan keuangan, keluarga, dan dukungan sosial.

Saya belajar banyak dari sikap hidupnya yang terekam dalam video singkat itu. Betapa ia begitu menghargai kesempatan hidupnya yang hanya sekali, untuk dapat berbuat lebih, dan berbuat yang terbaik.

Sementara itu, tak sedikit saya dengar bermacam-macam kasus bunuh diri yang terjadi di dalam maupun luar negeri belakangan ini. Mengakhiri hidup mungkin seolah menjadi jalan keluar dari segala permasalahannya di dunia. Tapi mungkin ia lupa, atau tak tahu, bahwa setelah itu ia akan diadili seadil-adilnya tanpa punya kesempatan untuk mengulangnya kembali.

Ah, semoga kita menjadi orang yang dapat menghargai kehidupan kita. Kesalahan ataupun kebaikan, besar atau kecil, semoga membuat proses hidup kita jadi lebih baik. Berprasangka baik pada masa depan dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Hidup adalah kesempatan, bersemangatlah dalam hidup srbelum datang kematian.

Senin, 31 Juli 2017
Hajah Sofyamarwa Rachmawati

#30dwc #30dwcjilid7 #30dwchajah #day25

Sunday, July 30, 2017

Air dan Tiupan Angin

Kadang manusia itu baru menyadari berharga nya sesuatu karena dua alasan. Karena kehilangan, dan karena sedang membutuhkan. Orang baru merasa seseorang begitu berharga saat ia sudah pergi jauh. Orang yang kepanasan, juga tetiba mencari angin sepoi-sepoi demi menyegarkan badannya, padahal sebelumnya ia mengutuki angin yang terlalu kencang yang menerbangkan sampah yang sedang disapunya.

Angin, siapa yang mengenal angin?
Zat yang tak terlihat namun bisa terasa. Yang kehadirannya tak selalu diharapkan, namun terkadang mendadak dirindukan. Angin yang masih kalah pamor dari romantisme air, di kala hujan.

Siapa yang tak kenal hujan? Banyak dari kita lebih mengenal sosok hujan, dibanding sosok angin.

Ya, hujan, yang sering menjadi senjata para pujangga cinta. Yang menjadi kebutuhan terutama umat manusia. Namun kadang menjadi bencana kecil bagi seorang yang terlambat datang wawancara kerja.

* * *

Begitu banyak nikmat alam yang sering kita abaikan. Panas terik, tiupan angin, tetesan embun, derasnya hujan.

Hal-hal yang tak terlihat oleh mata kita kadang luput menjadi perhatian, luput kita perhatikan. Tak terlihat bukan berarti tak ada. Allah sebutkan dalam firmannya:

"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih."
[QS. Al-Furqan : 48]

Sadarkah kau bahwa ternyata sebelum turun rahmat Nya (hujan) itu Allah turunkan kabar gembira berupa tiupan angin?

Angin walau tak terlihat, membantu pergerakan hasil evaporasi air laut menjadi awan.

Angin walau tak terlihat, membantu menjadikan awan-awan bersatu menjadi besar, hingga tak terbendung lagi dan menjadi hujan.

Maka butiran-butiran air yang jatuh menjadi hujan, bersahabat baik dengan tiupan angin.

Air dan tiupan angin menjadi kolaborasi yang tak terpisahkan, menghasilkan air jernih yang berkilauan.

Ahad, 30 Juli 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwchajah #30dwcjilid7 #squad2 #day 24

Friday, July 28, 2017

Sepiring Makanan Kucing

Setiap menjejakkan kaki ke pasar, ia tak pernah lupa mampir ke pedagang ikan. Membeli pindang sekedar tiga-empat ribu rupiah, untuk ia bawa pulang ke rumah. Suwiran pindang itu ia campurkan bersama beberapa sendok nasi hangat dalam piring di dapurnya.

Entah sudah berapa dinasti kucing pernah singgah di rumahnya. Apakah ia pecinta kucing? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Ia selalu bilang kucing itu makhluk tuhan juga maka sekedar memberi makan termasuk tugasnya.

Saya? Saya tak punya perasaan begitu mendalam pada kucing. Kecuali dulu, pernah sekali dicakar saat sedang mandi. Saya tak punya perhatian khusus terhadap kucing, tak seperti teman saya lainnya yang seolah sudah saling mengenal dengan kucing. Kalau saya punya ikan atau ayam sisa, baru saya berikan, pun saya selalu bertanya, apa mereka suka jenis makanan seperti itu? Maka, saat ini, belumlah saya seperti mereka-mereka yang begitu memperhatikan kucing-kucing di sekitar rumahnya.

Saya jadi berpikir, perihal sederhana semacam itu saja sudah bisa menjadi pembeda antar amal manusia. Ada orang-orang yang mendulang pahala dari satu kebaikan, ada pula yang mengabaikannya. Masing-masing bergantung karakter personal dan kondisinya.

Cukuplah ingat kisah seorang wanita pendosa yang bertaubat kemudian memberikan sekedar air kepada anjing yang kehausan, apa yang Allah janjikan? Surga.

Ingatlah juga begitu santunnya akhlak rasulullah terhadap kucing sekalipun, karena beliau tahu betul kasih sayang Allah meliputi seluruh makhluknya tanpa terkecuali.

Ada banyak cara untuk berbuat kebaikan. Semoga keimanan senantiasa mengiringi kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan.

Jumat, 28 Juli 2017
Hajah Sofyamarwa

#30dwc #30dwcjilid7 #30dwchajah #day23

Thursday, July 27, 2017

Menjadi Wanita Perindu Syurga

Adalah Ustadzah Wiwik Hapsari, seorang wanita yang meninggal dunia akibat kecelakaan motor di Yogyakarta. Mantan ketua PW Salimah DIY itu dikenal sebagai sosok istri dan ibu rumah tangga yang memiliki visi yang sangat kuat tentang surga. Segala aktivitasnya di rumah, di kantor, di organisasi sosial, atau di masyarakat tempatnya mengabdi, baginya adalah jalan-jalan menuju surga.

Bukankah kita begitu mudah mengatakan ingin masuk surga?

Pasti ada yang berbeda, bagi orang yang sekedar berbicara ingin masuk surga, dengan ia yang benar-benar ingin masuk surga.

Bukankah kadang kita merasa getir saat ada seseorang yang selalu membicarakan surga, dan menilai bahwa ia tak realistis dan terlalu jump to conclusion?

Saat mengasuh anaknya, ia selalu bercerita tentang surga. Saat ada pertengkaran, ia lerai dengan kisah surga. Saat berdiauki dengan suami, surga tak pernah lepas dari lisannya. Saat beraktivitas di masyarakat, ia selalu mengingatkan orang sekitar nya untuk mencari surga. Sahabat terdekatnya mengatakan ia sangat layak menjumpai surga, sesuai dengan visi yang sangat terpatri dalam hatinya.

Ingatkah kau, pada kisah seorang arab badui yang menolak haknya menerima harta rampasan perang dari rasulullah. Ia punya hak, tapi ia tak mau mengambilnya. Ia hanya ingin mati syahid dalam keadaan islam dengan hempasan anak panah tepat di lehernya?  Percayakah? Itulah yang terjadi.

Dari Syaddad bin Al-Haad radhiallahu ‘anhu berkata :
Ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka iapun beriman kepada Nabi dan mengikuti Nabi, kemudian ia berkata kepada Nabi, “Aku akan berhijroh bersamamu”. Maka Nabipun meminta sebagian sahabat untuk memperhatikan orang ini. Maka tatkala terjadi peperangan Nabi memperoleh ghonimah maka Nabipun membagi-bagikan ghonimah tersebut dan Nabi membagikan juga bagi orang ini. Nabipun menyerahkan bagian ghonimah orang ini kepada para sahabat (untuk diberikan kepada orang ini). Dan orang ini tugasnya adalah menjaga bagian belakang pasukan. Tatkala orang ini datang maka para sahabatpun menyerahkan bagian ghanimahnya kepadanya. Iapun berkata, “Apa ini?”, mereka berkata, “Ini adalah bagianmu yang dibagikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untukmu. Iapun mengambilnya lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata keapda Nabi, “Apa ini?”. Nabi berkata, “Aku membagikannya untukmu”. Ia berkata, “Aku tidak mengikutimu untuk memperoleh ini, akan tetapi aku mengikutimu supaya aku dipanah dengan anak panah di sini (seraya mengisyaratkan ke lehernya) lalu aku mati dan masuk surga”. Nabipun berkata, “Jika niatmu benar maka Allah akan mengabulkannya”. Tidak lama kemudian para sahabat bangkit dan maju ke medan perang melawan musuh. Lalu (setelah perang-pen) orang inipun didatangkan kepada Nabi sambil dipikul dalam kondisi lehernya telah ditembus oleh anak panah. Maka Nabi berkata, “Apakah ini adalah (mayat) orang itu?”, mereka berkata, “Benar”. Nabi berkata, “Niatnya benar maka Allah mengabulkan (keinginannya)” Lalu Nabi mengkafani orang ini dengan jubah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu Nabi meletakkan mayat orang ini di depan lalu beliau menyolatkannya. Dan diantara doa Nabi tatkala menyolatkan orang ini, “Yaa Allah ini adalah hambamu telah keluar berhijrah di jalanmu lalu iapun mati syahid dan aku bersaksi atas hal ini.” (HR An-Nasaai No. 1952 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhiib wa At-Tarhiib No. 1336)

Ah, mari melihat ke dalam diri dan belajar menjadi wanita yang benar-benar merindu surga. Mengenal lebih jauh tentang surga yang telah Allah janjikan. Yang lebih berharga dari seluruh dunia dan isinya. Meluruskan niat, menghiasi segala aktivitas dengan niat hanya karena Allah.

** Kisah tentang Ibu wiwik diadaptasi dari buku Wonderful Family karya Pak Cahyadi Takariawan, Bab Visi.

Kamis, 27 Juli 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid7 #30dwchajah #day22